Kartini Kartono (2020: 89) dalam Studi Pendidikan Nasional menegaskan, kurangnya kualitas guru dan fasilitas pendidikan di daerah terluar, terpencil dan tertinggal (3T) berkontribusi besar pada rendahnya mutu pendidikan, sehingga menimbulkan lingkaran setan kemiskinan dan ketertinggalan.
Refleksi 80 tahun kemerdekaan ini menjadi peringatan bagi kita semua. Kemiskinan, keterbelakangan dan kebodohan adalah tantangan yang tidak cukup hanya diatasi dengan jargon pembangunan, tapi membutuhkan pendekatan holistik dan kebijakan yang konsisten.
Pemerintah harus memperkuat investasi di bidang pendidikan dan kesehatan, terutama di daerah terluar, terpencil dan tertinggal (3T). Selain itu, penguatan ekonomi lokal dan pelibatan masyarakat dalam pembangunan sangat diperlukan agar manfaat kemerdekaan bisa dirasakan merata.













