Kepada awak media, Noor Salim yang didampingi Direktur LBH Demak Raya, Nanang Nasir, S.HI, MH, CPL, selaku lawyer PGSI, menyampaikan bahwa, Kerusakan moral siswa dan generasi muda, ada benang merah atas amburadulnya kurikulum merdeka, yang lebih mementingkan kecerdasan intelektual, dengan mengabaikan kecerdasan mental-spiritual, akibatnya banyak produk siswa yang kurang berkarakter, bahkan gagal dilingkungan,” kata Salim.
Maka, lanjutnya, salah satu hal yang perlu direview oleh Pak Abdul Mukti, Mendikdasmen, adalah pelajaran PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) dalam struktur kurikulum merdeka, untuk ditransformasikan menjadi Pendidikan Karakter Pancasila dan Kewarganegaraan (PKPKn), tambah Salim.
Pria yang juga menjadi role model KPK tersebut, menambahkan bahwa, nantinya titik point pelajaran PKPKn adalah adanya materi nilai karakter antikorupsi juga karakter antinarkoba, sebagaimana salah satu isi ASTA CITA misi dari bapak presiden Prabowo. “Jadi bukan hanya sebatas diselipkan, seperti dalam kurikulum merdeka yang awur awuran selama ini,” pungkas Salim.













