Cimahi, BEDAnews
Ratusan warga Kota Cimahi masih tiidak bisa tulis baca atu buta aksara. Sedikitnya ada 473 orang yang mengalami hal itu. Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat Disdikpora Kota Cimahi Mumuh membenarkan hal itu.
Menurut dia, saat ini pihaknya sedang melakukan rekapitulasi data validitas para penyandang buta aksara dapat akurat. Sebab, jika mengacu pada Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2009 penyandang buta aksara di Cimahi masih berkisar 1.700. "Setiap tahunnya kami telah menekan sekitar 350 jiwa sehingga perlu dilakukan pemutakhiran agar data yang dimiliki dapat lebih akurat," jelasnya.
Dia mengungkapkan, sesuai dengan tinjauan dilapangan para penyandang buta aksara ini didominasi usia 45 tahun keatas yang mencapai 374 jiwa dari jumlah keseluruhan. Selain itu, faktor kemiskinan merupakan penyebab utama sehingga angka buta aksara ini masih terjadi. "Rendahnya motivasi belajar juga menjadi penyebab lain dari tingginya angka buta huruf bagi usia diatas 45 tahun," katanya.
Mengantisipasi hal itu, Disdikpora akan menggencarkan program melek aksara dalam menekan angka tersebut. Dengan adanya program melek aksara diharapkan pada tahun 2014 mendatang Cimahi dapat terbebas dari penyandang buta aksara.Data yang ada menunjukan sebanyak 473 jiwa yang terdiri atas 125 laki-laki dan 348 perempuan belum dapat memiliki kemampuan dalam membaca dan menulis.
Untuk itu kata dia, pihaknya akan terus berupaya agar masyarakat Cimahi khususnya yang merupakan penyandang buta aksara dapat diberikan pembelajaran layaknya orang yang berpendidikan.
Melalui pendidikan khusus, kami pun telah membuka kelas bagi mereka dengan berbagai jenjang mulai dari paket dasar, yang dikenal dengan paket Sukma I serta Sukma II, agar mendapat pengetahuan.
Dinas terkait diminta dapat menjadi fasilitator agar pengentasan buta aksara ini sesuai dengan tugas yang telah diprogramkan. "Pemkot pun berharap pada tahun 2014 Kota Cimahi dapat terbebas dari penyandang buta aksara guna meningkatkan SDM," pungkasnya. (Bubun M)











