Subang, BEDAnews
Ratusan buruh dari berbagai organisasi buruh di Subang yang tergabung dalam Konsolidasi Subang, Selasa siang (1/5) mengelar aksi demo di kantor Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (DISNAKERTRAN) Kabupaten Subang jalan Mayjen Sutoyo Subang.
Mereka yang berasal dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Forum Keluarga Buruh Migran (FKBMI) , Federasi Serikat Buruh Pantura (FSBP), Gerakan Pemuda Islam (GPI), BEM UNSUB, Serikat Buruh Independen Sukses Abadi (SBISA), Serikat Pekerja Sungwon Indojaya (SPISI) dan Gerakan Mahasiswa Subang (GEMAS), membawakan berbagai spanduk dan berkendaraan motor masuk ke halaman kantor Disnakertran kab Subang.
Dalam orasinya para buruh menyampaikan 6 tuntutan di antara naikan UMK untuk buruh di kabupaten subang menjadi Rp 1.500.000,- , hapuskan sistem kerja kontrak dan outsourcing yang ada karena mencekik kaum buruh. Selain itu Pemerintah Daerah dan DPRD Kab Subang harus bertanggung jawab atas kondisi yang terjadi, dengan membuat regulasi (PERDA) yang mengatur buruh/pekerja di kab Subang.
Selain itu para buruh juga memimta perlindungan buruh migran (TKI) dan keluarganya, menolak kenaikan haga BBM dan turunkan harga sembako. Selain 6 tuntutan tadi para buruh juga meminta perhatian masalah waktu kerja.
“Oleh karena itu, kami para buruh, may day tidak sekedar perayaan saja. Melihat kondisi kebutuhan buruh yang mana belum ada kelayakan dalam menjalankan kehidupannya dimana upah buruh masih sangat rendah.” katanya.
Menurut mereka, dengan UMK Rp. 862.500., tidak cukup untuk kebutuhan hidup layak (KHL) dan sistem kerja kontrak serta outsourcing yang akan membunuh kaum buruh di kabupaten subang, ujar Pendi ketua FKBMI.
Pada kesemptan tersebut, rombongan buruh diterima kepala disnakertrans kab Subang, Ade Rusmana serta sejumlah pengawas tenaga kerja. Usai melakukan aksinya, para pengunjukrasa kemudian melanjutkan aksi demo ke DPRD Subang. (adang)











