KALTENG || Bedanews.com – Acara Laluhan merupakan ritual adat Suku Dayak Ngaju Kuala Kapuas, yang menggambarkan betapa gigihnya mereka dalam mempertahankan wilayah dari gangguan musuh. Laluhan atau “Perang Air” digelar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas, berangkat dari Pelabuhan Betang Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir dan puncaknya di depan Dermaga Danau Mare, Kota Kuala Kapuas. Laluhan bertujuan untuk membuang kesialan dan penyakit.
Pada pelaksanaannya, seolah terjadi perang tombak, dimana tombak yang digunakan yakni dibuat dari batang tanaman lokal yakni batang suli atau batang bamban yang ujungnya ditumpulkan. Ada yang berada di kapal dan menunggu di dermaga dengan bekal tombak batang suli masing-masing.
Bupati Kapuas, HM Wiyatno menghadiri sekaligus mengikuti Acara Adat Laluhan dalam rangka rangkaian Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-219 dan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kabupaten Kapuas ke-74, bertempat di Pelabuhan Danau Mare Kuala Kapuas, Selasa (22/4/2025).













