“Laluhan bukan sekadar pertunjukan, tetapi keajaiban alam dan kekayaan seni dan budaya Kabupaten Kapuas. Laluhan sebagai wujud kekeluargaan, kebersamaan, simbol gotong-royong dan solidaritas sosial,” ungkap Wiyatno.
Setelah mengikuti Acara Adat Laluhan, rombongan pun bergeser menuju Rujab Bupati Kapuas untuk mengikuti Ritual adat dayak Balian Ngarunya yang merupakan permohonan kepada Ranying Hatala Langit, berupa doa yang dipanjatkan oleh tetua adat setempat.
Ritual adat tersebut bertujuan, agar pemimpin daerah dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan arif dan bijaksana, sehingga masyarakat dapat hidup makmur sejahtera. (Tatang Progresif).













