Ramadhan sebagai Titik Awal Transformasi
Ramadhan selalu menghadirkan cahaya spiritual. Namun, di balik cahaya tersebut tersimpan peluang transformasi ekonomi yang nyata. Perempuan yang berdiri di balik meja sederhana setiap sore sedang menunjukkan ketangguhan, kreativitas, dan keberanian. Mereka tidak menunggu perubahan. Mereka menciptakan perubahan dari dapur rumah. Sudah saatnya fenomena ini dipahami secara strategis. Ramadhan bukan sekadar musim dagang. Ramadhan adalah momentum membangun kemandirian ekonomi perempuan berbasis nilai, solidaritas, dan kepercayaan. Dari trotoar kota, dari pasar kecil, dari dapur rumah, ekonomi bangsa dapat diperkuat. Jika diberi ruang, dukungan, dan arah yang jelas, maka ekonomi perempuan di bulan Ramadhan akan menjadi fondasi kokoh bagi ketahanan sosial dan kemajuan nasional. Ramadhan seharusnya tidak berakhir pada perayaan. Ramadhan dapat menjadi awal kebangkitan ekonomi perempuan Indonesia bermartabat, mandiri, dan berkelanjutan.













