Hiburan

Rahayu Kertawiguna Berharap Hari Musik Menjadi Tanggal Merah

Jakarta, BEDAnews.com

Hari Musik Nasional ke 12 yang jatuh tepat pada hari Senin (9/3/15), mengingatkan kita kepada perjuangan CEO Nagaswara Rahayu Kertawiguna dalam memberantas maling hak cipta sejak tahun 2003 silam. Awal perjuangan beliau ditunjukkan melalui Gerakan Anti Pembajakan (GAP) yang diakui telah menggulung banyak sindikat pembajak besar di seluruh daerah di tanah air.

Khususnya terhadap produk-produk bajakan yang akhir-akhir ini semakin meresahkan, membuat Rahayu Kertawiguna tidak mau tutup mata. Bahkan beliau berharap, hari musik bisa dijadikan tanggal merah, alias hari istimewa seperti hari buruh dan sejenisnya.

Rahayu Kertawiguna juga berharap bahwa, negeri ini sudah saatnya terbebas dari produk-produk bajakan. Paling tidak, ada ketegasan dari pihak pemerintah Jokowi dalam memberlakukan hukuman mati bagi pelaku dan pengedar jaringan narkoba. 

"Musik adalah denyut kehidupan, bayangkan jika satu hari dunia tanpa musik, pasti semua lini kehidupan terasa sepi. Maka wajar jika pemerintah ada baiknya juga memberlakukan hukuman mati kepada pembajak hak cipta, dan menurut saya musik juga bisa menjalankan roda perekonomian, jadi wajar jika saya sebut bahwa No Music No Life!," terang Rahayu Kertawiguna saat ditemui di persiapan Meet & Greet Duo Rajawali, di Lounge Nagaswara, Jakarta, Senin lalu. (MR)

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close