Apa sebenarnya paham radikalisme itu? Abudinata memandang radikal mengandung arti (1) (hilang) sampai ke akar-akarya sekali (dengan) sempurna, dan juga (2) (haluan politik yang) sangat keras menuntut perubahan undang-undang, ketatanegaraan, dan sebagainya” (Abudin, 2020).
Jadi kesimpulannya, paham radikalisme adalah sebuah pemahaman yang dimiliki seseorang untuk mengubah undang-undang dan tata negara Indonesia. Dilihat dari pengertian di atas, paham radikalisme bisa mengganggu kehidupan bangsa dan negara. Sebut saja beragam aksi terorisme yang menuntut Indonesia untuk berubah hingga menyebabkan kekacauan dan kematian orang-orang tak bersalah.
Lantas mengapa sesorang jadi radikal? Beberapa faktor penyebab utama seseoang menjadi radikal sebagai berikut; (1) faktor pemahaman agama yang kurang tepat dalam hal ini. menyangkut isu pemurnian tauhid, taghyir al-munkar , hubungan muslim dan non muslim, pemaknaan doktrin jihad dan NKRI bukan negara islam. (2) faktor politik. Faktor ini berhubungan dengan soal situasi politik global di mana sebagian umat Islam merasa berhak untuk menuntut balas atas ketidakadilan dan kesewenang-wenangan AS dan Eropa terhadap dunia Islam. Termasuk didalamnya adalah simpati dan solidaritas atas penderitaan yang dialami oleh dunia Islam (Palestina, Afghanistan, dan Irak)













