Tasikmalaya,BEDAnews
Desain bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) DPT Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya sangat kurang strategis dan sangat mengganggu kinerja seluruh Karyawan dipuskesmas tersebut.
Pantawan Wartawan BEDAnews.com hati ini, dilokasi Puskesmas DPT Rajapolah, terlihat kurang strategisnya ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) dan ruangan Transit Pasien dikarenakan kedua ruangan tersebut terpisah dari ruangan tempat rawat inap pasien, ketika ada pasien selsai diperiksa di ruangan UGD dan ruangan Transit harus di rawat inap, untuk memindahkannya harus melewati ruangan kantor tempat kerja seluruh karyawan sehingga sangat mengganggu konsentrasi kinerja Karyawan Puskesmas. Selain itu, jalan akses keluar masuk Puskesmas DPT Rajapolah yang rusak parah seperti selokan surut air.
Saat ditemui, Engkun SIP” Kepala Puskesmas DPT Rajapolah sedang menghadiri rapat. Dr Ani Nuraini SIP salah satu dokter di Puskesmas DPT Rajapolah di ruang kerjanya mengatakan ,desain bangunan Puskesmas ini memang sudah seharusnya dirubah agar ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) dan ruangan Transit pasien bisa dekat dengan ruangan rawat inapnya. Sehingga tidak melewati ruangan kerja karyawan. “Hal itu sangat mengganggu konsentrasi kerja Karyawan, “ katanya.
Pihak Piskesmas, kata Ani sudag mengajukan perubahan desain bangunan Puskesmasnya meskipun baru secara lisan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya setiap ada pengontrolan ke puskesmas DPT Rajapolah ini.
Furkon Jenal Arifin SIP kepala KTU Puskesmas tersebut juga mengatakan, kerusakan jalan akses keluar masuk menuju Puskesmas DPT Rajapolah ini memang kerusakannya parah sekali, jalan akses keluar masuknya seperti selokan surut air apalagi keberadaan bangunan Puskesmasnya dibelakang rumah warga. “Puskesmas diperlukan adanya perbaikan jalan tersebut,” pungkasnya (Deden Deni)











