Namun Pupuh ada aturan rangkaian kalimat serta isinya. Berdasarkan rangkaian tersebut aturan pupuh terdapat dua kategori, yaitu Guru Wilangan dan Guru Lagu. Guru wilangan nyaitu patokan jumlah yang akan diutarakan dalam setiap atas banyaknya jarak dalam penyampaiannya. Sementara Guru lagu yaitu patokan suara vokal dalam ahir setiap penyampaiannya. Kaitan untuk isinya, pupuh harus bisa menvisualisasikan sifat masing-masing, apakah itu kegembiraan, sedih, dan guyonan.
Susunan atau aturan pupuh biasa digunakan dalam cerita-cerita pendek, seperti Dangding, Guguritan, dan Rumpaka Sawer. Selain itu, ada juga yang mempergunakan rangkaian pupuh dalam cerita panjang atau naratif (wawacan). Untuk membaca karangan tersebut biasanya dilagukan atau ditembangkan.











