Bandung, BEDAnews
Jajaran Polrestabes Bandung menggelar razia premanisme, Jumat (19/4/2013) di dua lokasi, yakni Terminal Cicaheum dan Leuwi Panjang. Selain preman, polisi juga menyita ratusan minuman keras dan tuak oplosan di tiga tempat berbeda.
Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Diki Budiman mengatakan, razia preman ini merupakan kegiatan rutin, dan setelah melakukan evaluasi serta masukan intelejen mengenai maraknya praktik premanisme di Kota Bandung. "Razia ini juga merupakan instruksi langsung dari Kapolda untuk mengintensifkan giat pemberantasan aksi premanisme," paparnya di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (19/4).
Diki menyebutkan, dalam operasi, sebanyak 89 personel dikerahkan dan melibatkan seluruh satuan, mulai dari reskrim, intel, lantas, sabhara dan binmas. "Tak hanya hari ini, kita juga akan terus lakukan operasi di hari berikutnya," tandasnya.
Di terminal Cicaheum, polisi mengamankan 10 orang preman yang biasanya berprofesi sebagai calo. Polisi juga mengamankan tiga orang oknum anggota ormas Gibas yang kerap meminta uang dengan modus meminta sumbangan untuk pembangunan pos.
Selain preman, polisi juga menyita 111 minuman keras berbagai merek dan enam jeriken tuak di Terminal Cicaheum. "Miras-miras itu disita di tiga tempat berbeda, namun lokasinya masih di sekitar terminal Cicaheum," katanya kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung.
Diki menambahkan, miras-miras yang disita itu nantinya akan dimusnahkan setelah proses persidangan selesai. Sedangkan untuk pemiliknya akan dikenakan tindak pidana ringan. (Lanie)











