“Kami hanya menjembatani. Semua dekan yang datang, mulai dari Aceh, Papua, Kalimantan dan dari Sulawesi. Membuktikan bahwa kami itu ada, bukan kelompok arisan. Jadi forum komunikasi (FK DKISIP-red) ini jelas bahwa organisasi profesi,” tutur Prof Samugyo.
Dengan wadah FK-DKISIP ini, dirinya mengajak semua Dekan yang tergabung dalam forum ini bersama membangun ilmu sosial dan ilmu politik. Sehingga bisa menciptakan keseimbangan mutu dan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
“Jadi semua Dekan yang ada, mari kita bangun ilmu sosial dan ilmu politik, supaya dikatakan seimbang antara (FISIP) pulau Jawa dan luar Jawa,” ungkapnya.
Berbicara program MBKM, dirinya menjelaskan, terdapat konsekuensi bagaimana cara supaya mendidik karakter mahasiswa. Dalam mendapatkan ilmu, mahasiswa juga tidak hanya berada di dalam kelas.













