Kini, langkah kaki sahabat saya itu telah terhenti selamanya di bumi Rusia. Rangkaian perjumpaan di Bandar Jakarta, rumah dinasnya, hingga sudut kota Tangerang Selatan kini bermetamorfosis menjadi arsip memori yang abadi. Selamat jalan, Mas Fathan. Jejak kebaikan dan ketulusanmu akan terus hidup menuntun nurani kami.***
Penulis adalah:
– Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir,
– Kandidat Doktor di Pascasarjana S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Page 4 of 4













