Bandung, BEDAnews
Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah fasilitas AC di kereta api ekonomi. Kereta ekonomi dengan fasilitas AC yang dioperasikan di akhir TW III TA 2012, dengan menggunakan tarif tanpa Public Service Obligation (PSO), ternyata dapat diterima masyarakat.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Yonan menyatakan, trend angkutan penumpang kereta AC mengalami kenaikan pesat dari 41.933.858 penumpang di tahun 2009 menjadi 87.575.757 di tahun 2012. PT KAI juga berencana mengoperasikan Kereta Api Bandara Kuala Namu di Provinsi Sumatera Utara.
“Kereta Api Bandara Soekarno – Hatta di tahun 2012 lalu kini telah memasuki proses tender dan direncanakan beroperasi di tahun 2014,” terang Yonan saat menerima kunjungan kerja anggota Komisi XI DPR RI, Rabu (27/3) siang di Aula PT KAI Jalan Perintis Kemerdekaan Bandung.
Yonan menyatakan beberapa faktor menjadi tantangan PT KAI sebagai operator, yakni Time Line Infrastructure Maintenance and Operation (IMO) Tahun Anggaran (TA) 2013, IMO atas barang milik negara, upaya peningkatan kapasitas prasarana, Track Acces Charge (TAC), peningkatan pelayanan kereta ekonomi dengan AC, penggantian KRL non AC menjadi KRL AC, trend angkutan penumpang, perkiraan kebutuhan Public Service Obligation (PSO) dari APBN, vandalisme di lingkungan perkeretaapian, kinerja keuangan PT KAI, dan kinerja operasional PT KAI. (Lanie)











