Bandung, BEDAnews – Pengerjaan galian drainase dan trotoar di kawasan perempatan Kiaracondong – Soekarno Hatta (Bypass) memicu kemacetan lalu lintas yang sangat parah. Penyempitan alur jalan akibat galian tersebut membuat arus kendaraan dari berbagai arah terkunci hingga mencapai puluhan kilometer.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ekor kemacetan dari arah timur membentang hingga kawasan Gedebage. Tidak hanya menumpuk di jalur utama Jalan Soekarno Hatta, kepadatan parah juga menyergap Jalan Ciwastra hingga puluhan kendaraan tak bergerak. Sementara dari arah barat, antrean kendaraan mengekor tajam hingga kawasan Jalan Mochammad Toha.
Situasi memburuk lantaran alat berat yang digunakan di lokasi mengalami kerusakan. Satu unit ekskavator mendadak mogok di tengah area proyek, sehingga proses pengerjaan terhenti total dan material bekas galian sempat dibiarkan terbuka begitu saja.
Kiki Bagian Drainase dan Trotoar dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung menyatakan bahwa pihaknya sebenarnya telah memberikan peringatan awal kepada kontraktor pelaksana untuk menyiapkan langkah antisipasi dampaknya terhadap lalu lintas.
”Kami sudah memperingatkan pihak kontraktor untuk mengantisipasi potensi kemacetan. Namun, pihak kontraktor sebelumnya menyanggupi dan optimistis pekerjaan tersebut bisa diselesaikan hanya dalam waktu semalam,” ujar Kiki.
Menyikapi bekas galian yang sempat menganga dan memperparah penyempitan jalan, jajaran kepolisian akhirnya mengambil tindakan cepat demi keamanan pengguna jalan. Atas inisiatif pihak kepolisian, lubang bekas galian tersebut ditutup sementara menggunakan lempengan baja agar jalan dapat kembali dilintasi.
Sejumlah personel kepolisian dari satuan lalu lintas Polrestabes Bandung diterjunkan ke beberapa titik krusial untuk mengurai simpul kepadatan serta mengatur arus kendaraan yang mengular dari berbagai penjuru Bandung Timur dan Selatan tersebut.













