Ia menambahkan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan dan gizi anak, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat di daerah.
“Selain meningkatkan kualitas gizi anak, program ini juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Setiap dapur penyedia layanan MBG dapat menyerap puluhan tenaga kerja dari masyarakat sekitar serta melibatkan petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal dalam penyediaan bahan pangan,” kata Heru.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam ekosistem program MBG akan memperkuat ekonomi lokal sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Heru Tjahjono juga mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program MBG agar dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.













