Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa implementasi program ini tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan, tetapi juga berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat.
“Program ini mewajibkan bahan pangan diambil dari lingkungan sekitar satuan layanan atau SPPG. Hal ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal dan pemberdayaan sumber daya manusia di daerah,” tambahnya.
Dalam konteks kesehatan masyarakat, Achmad Ru’yat juga menekankan pentingnya MBG sebagai langkah konkret dalam menekan angka stunting.
“Program ini diyakini menjadi salah satu upaya pencegahan stunting. Fokus utama adalah memberikan asupan nutrisi berkualitas guna memastikan anak-anak tumbuh dan berkembang tanpa kendala, baik secara fisik maupun kognitif,” tegasnya.













