Ciamis, BEDAnews
Program desa peradaban sebagai program untuk meningkatkan desa-desa yang tertinggal untuk dinaikan statusnya lebih baik, harus dilakukan evaluasi terhadap program tersebut.
“Mana yang sekarang sudah baik, mana yang masih kurang. Ini harus kita evaluasi sudah sampai sejauhmana,” demikian ditegaskan Irfan Suryanagara kepada Bedanews.com usai hearing dengan wagub Jabar bersama masyarakat kab Ciamis di Cijulang, Ciahur Beuti, Minggu (15/7).
Kita harus evaluasi terus sampai, yang jelas program ini sangat baik dan mumpuni dan seharusnya kedepan tidak ada lagi desa rawan pangan, ujar Irfan.
Mengenai hal ini, wagub Jabar Dede Yusuf menyatakan program Desa peradaban ini berjalan dengan baik, namun kemampuan anggaran Rp. 1 millyar, 1 desa, rasanya butuh beberapa tahun untuk mencapai 6.700 desa, sementara saat ini banyak desa yang tingkat kehidupannya saja pas-pasan sekali.
“Ngak usah bicara milyar-milyaran, kita cukup bicara sekian ratus juta saja, itu sudah loncatan yang begitu besar, namun harus tepat sasaran karena di beberapa tempat ada yang menghabiskan Rp. 700 juta hanya untuk membangun GOR,” katanya.
Artinya, tidak semua orang di desa itu mengerti cara penggunaannya, ketika tiba-tiba mereka dapat uang. “Jadi tentu harus ditinjau ulang kembali. Itu pemikiran saya, tidak tahu kalau pemikiran Gubernur berbeda itu lain soal,” ungkapnya. (hermanto)











