Cianjur, BEDAnews
Banyaknya pejabat Pemkab Cianjur yang dipenjara karena dugaan kasus korupsi, dituding karena ulah wartawan yang mengungkap kasus korupsi di Cianjur, demikan diungkapkan salah seorang Kepala Dinas di lingkungan pemkab Cianjur.
“Bagaimana tidak banyak yang diperiksa, bahkan sekarang ini banyak yang dipenjara, coba beritanya yang baik-baik saja, tidak memunculkan berita dugaan korupsi, kan tidak akan seperti ini,” katanya.
Namun Ketua Forum Masyarakat Cerdas Cianjur (FMC2) R. Saudin, kepada wartawan, Minggu (15/7) mengatakan bahwa banyaknya pejabat Pemerintah Kabupaten Cianjur yang dipenjara, menurut sejumlah kalangan adalah akibat kurang dekatnya Pemkab Cianjur kepada wartawan.
Selama pemerintahan Tjetjep Muchtar Soleh, lanjutnya, Pemkab menjaga jarak dengan para kuli tinta, sehingga banyak berita-berita korupsi yang muncul dan menjadi materi penyidik untuk melakukan pemeriksaan dan penyidikan.
“Selama ini, Pemkab hanya percaya pada organisasi kewartawanan saja, padahal setiap wartawan tidak bisa dikendalikan oleh organisasi, karena wartawan bertanggung jawab dan tunduk hanya pada medianya, organisasi tidak bisa mengintervensi wartawan, meski wartawan tersebut tergabung dalam organisasi wartawan,” katanya.
Adanya jarak tersebut menurut Saudin menyebabkan berita yang muncul adalah berita negative seperti dugaan korupsi. “Untuk beriklan saja, Pemkab sudah membatasi bahkan cendrung melarang agar tiap Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) tidak mengeluarkan anggaran untuk beriklan, itu sudah menunjukan sengaja menjaga jarak,” ucap Saudin. (M. Fachry)











