“Batas antara ancaman militer dan nonmiliter semakin kabur. Karena itu, profesionalisme militer modern menuntut kemampuan multidomain yang melampaui paradigma perang konvensional,” katanya.
Ia mencontohkan, sejumlah negara yang telah menerapkan pendekatan tersebut. Di India, militer menjadi tulang punggung penanggulangan bencana dan pembangunan di wilayah terpencil. Di Brasil, angkatan bersenjata berperan dalam pengamanan kawasan Amazon serta operasi kemanusiaan. Di Korea Selatan, militer ikut mendukung pengembangan teknologi dan industri strategis. Bahkan di Amerika Serikat, militer memiliki kontribusi besar dalam penanganan bencana, keamanan siber, hingga dukungan logistik nasional tanpa mengurangi prinsip supremasi sipil.













