Dengan kebutuhan talenta yang beragam, termasuk talenta dengan kompetensi khusus di bidang kehutanan, Prof. Zudan mengatakan, melalui talent pool, ASN dengan kompetensi tertentu dapat dipetakan sehingga ketika organisasi membutuhkan keahlian atau kandoidat untuk suatu jabatan, talenta yang sesuai dapat lebih mudah diidentifikasi.
Pemetaan tersebut dilakukan melalui nine box, dengan talenta pada kotak 1 sampai 6 diarahkan untuk pengembangan, sedangkan talenta pada kotak 7, 8, dan 9 dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan jabatan. “Kalau ada SDM bagus yang masih muda dan belum bisa menduduki jabatan, atau masih ada yang kurang, kita beri pelatihan,” jelasnya.
Pengembangan talenta juga menurutnya perlu didukung rekam jejak dan penugasan, sehingga proses pengembangan kompetensi dan karier ASN dapat dilakukan berdasarkan pengalaman, kinerja, serta kebutuhan organisasi.













