Adab: Jangkar Peradaban
Lebih jauh Lilis menjelaskan bahwa Adab bukan sekadar tata krama, melainkan kesadaran spiritual yang mengikat ilmu dengan akhlak. Di pesantren, adab dipraktikkan sebelum ilmu diajarkan, menundukkan pandangan kepada guru, menghargai sesama, bersabar dalam belajar, dan menolak kesombongan.
Nilai-nilai inilah yang kini dibawa santri ke dunia digital, menjadikannya ruang dakwah yang beretika. Berkarya dengan nilai, santri masa kini memahami bahwa kreativitas adalah bentuk dzikir baru. Mereka menciptakan konten dakwah digital, mengembangkan aplikasi berbasis pesantren, hingga membangun startup yang mengedepankan prinsip keberkahan.
Literasi Moral untuk Dunia Modern
Diuraikan Lilis bahwa kecerdasan buatan mungkin mampu menulis, berbicara, bahkan meniru manusia. Namun para santri hari ini adalah yang bisa menanamkan nilai dalam teknologi. Di tengah krisis moral dan banjir informasi, santri menjadi mercusuar literasi moral, bahwa mengajarkan sopan santun dalam komunikasi digital, kejujuran dalam transaksi daring, dan empati dalam ruang sosial yang sering dingin dan anonim.













