Inovasi dan Tata Kelola Baru Ekonomi Masjid
Prof.Lilis menguraikan bahwa inovasi akan terus bergerak seiring dengan perubahan, masjid harus memunculkan wajah baru pengelolaan yang lebih aktif, dinamis, modern, inklusif, dan setara .
Model tata Kelola ekonomi masjid membutuhkan inovasi , contohnya dalam hal:
- Promosi dan pemasaran , masuk pada dunia baru bisnis, publikasi dan sarana teknologi saat ini harus menjadi alat promosi dakwah ekonomi yang lahir dari masjid , tidak sekedar keindahan masjid nya saja yang viral, tapi bagaimana mempromosikan pemberdayaan ekonomi masjid tersebut
- Membuat catatan akuntasi dan laporan keuangan masjid , menjadi sangat penting proses pencatatan dan laporan keuangan dengan manual atau system, sehingga tujuan akhir menjadikan masjid menjadi akuntabel dalam tata Kelola keuangan dapat dipertanggungjawabkan menjadi reputasi tersendiri bagi Masyarakat
- Membangun jaringan dan kemitraan . tidak hanya berbisnis formal saja jaringan di butuhkan, tata kelola baru masjid juga membutuhkan Kerjasama dalam bentuk kemitraan dan kolaborasi saat ini, kemitraan dengan organisasi keagamaan, mitra dengan pelaku usaha dan bisnis baik lokal atau yang lebih luas lagi, dan membangun kemitraan jaringan antar masjid sehingga tidak terjadi ketimpangan dalam tata Kelola dan berkembang Bersama
“Pada akhirnya Masjid tidak lah hanya bangunan megah , mewah dan hanya ramai saat waktu sholat tiba, tapi menjadi tempat yang inklusif, ramai bersahabat, modern dan dinamis, serta berkelanjutan melayani seluruh lapisan Masyarakat, selain menjadi tempat ibadah yang aman dan nyaman , sebagaimana kita mendamba bagaimana Rasulullah menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan hidup dan membangun peradaban .” ucap Prof.Lilis













