Karena itu, apabila tekanan terhadap rupiah dipicu oleh melemahnya cadangan devisa, defisit perdagangan, maupun defisit transaksi berjalan, Bank Indonesia harus memimpin koordinasi bersama pemerintah untuk memperkuat ekspor bernilai tambah, mendorong industri berorientasi ekspor (outward looking), mengendalikan impor tertentu, serta meningkatkan arus investasi asing langsung (foreign direct investment).
Ia menilai, langkah-langkah tersebut merupakan bagian penting dari strategi menjaga fundamental ekonomi nasional sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap rupiah.
Prof. Didik juga menyoroti efektivitas kebijakan suku bunga dalam merespons tekanan terhadap nilai tukar. Menurutnya, pengalaman belakangan ini menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga belum mampu mengembalikan stabilitas rupiah secara signifikan.













