Mu’ti mengupas buku itu, bagaimana AI mempengaruhi perilaku manusia, dia berbicara mengenai kebenaran yang semakin diputar balikan dan dunia yang semakin tidak menentu karena orang tidak bisa lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Di bab terakhir dari 11 bab berjudul The Future of Hope, akhir tulisannya hanya berisi dua kalimat, yaitu “kebenaran itu tidak punya harapan tapi kebenaran juga tidak punya masa lalu, tetapi kita tidak akan dan juga harus selalu dan tidak bisa dan tidak boleh berputus asa untuk senantiasa mencari dan menemukan kebenaran”.
“Saya cari sampai halaman terakhir The Future of Truth itu ternyata penutupnya hanya dua kalimat, di kalimat terakhir bab sebelas itu dia menulis truth has no future but truth has no past either but we will not, must not, cannot give up but we will not, must not, cannot give up the search for it,” papar Mu’ti.













