“Kebenaran tidak lagi ditentukan oleh ilmu, tidak lagi ditentukan oleh hukum, tapi ditentukan oleh popularitas dan viralitas, yang paling banyak mendukung itulah yang dianggap sebagai kebenaran. Padahal yang viral di media sosial itu bukan seringkali bukan aspirasi sesungguhnya, melainkan aspirasi yang digerakkan oleh robot,” jelas Mu’ti.
Mu’ti juga menceritakan buku Werner Herzog pembuat film legendaris Jerman dalam buku non-fiksi karyanya, “The Future of Truth” yang terbit akhir tahun 2025. Buku itu menguraikan panjang lebar mengenai dunia yang semakin tidak menentu. Dunia di era digital ini makin sulit untuk membedakan mana yang fact dan fake, mana fakta-fakta dan fabrikasi.
Mu’ti menyebutnya, mana yang hak dan mana yang hoaks, mana yang benar dan mana yang salah.













