“Harapannya, dari Bandung ini, filsafat Islam kembali menemukan relevansinya. Bukan hanya untuk silaturahmi kita, tapi untuk memberikan jawaban atas kegelisahan zaman,” pungkas Muhlas.
Tamparan Soal Akreditasi Unggul
Pernyataan senada namun lebih menohok datang dari perwakilan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Munir, M.A.Ia menegaskan, di era kecerdasan buatan (AI), filsafat Islam justru semakin relevan sebagai penjaga moralitas dan spiritualitas. Teknologi tanpa etika hanya akan menjadi bencana.Namun Dr. Munir juga menampar internal pengelola Prodi AFI dengan fakta pahit soal akreditasi.
“Sekarang AFI rata-rata sudah terakreditasi Unggul. Tetapi apa setelah Unggul? Apakah jumlah mahasiswa meningkat? Kalau AFI tidak disukai orang, itu tanggung jawab kita untuk membalik opini tersebut,” ujarnya tajam.














