KAB. BANDUNG || bedanews.com — Menurut Bupati Bandung, HM. Dadang Supriatna, Bank Emok bisa memicu terjadinya pertengkaran di rumah tangga yang berakibat fatal. Karena suami dari isteri yang merupakan nasabah bank emok tidak mengetahuinya. Sehingga terjadi perceraian.
Bupati yang akrab disapa Kang DS itu menyebutkan, dari kejadian itu jumlah janda di Kabupaten Bandung sudah mencapai ribuan. Hal inilah yang membuat dirinya prihatin.
Upaya untuk menanggulangi atau mrncegah laju perkembangan bank emok, ia merealisasikan program bantuan pinjaman dana bergulir yang diperuntukkan bagi masyarakat untuk modal usaha.
“Semoga dengan diberikannya pinjaman modal usaha dana bergulir ini, bisa segera mengantisipasi keberadaan bank emok,” katanya di Dome Balerame, Minggu kemarin, 22 Mei 2022.
Menanggapi pernyataan Kang DS, salah seorang nasabah bank emok, Fatimah warga Soreang, mengakui hal itu. Terjadinya perceraian akibat bank emok memang banyak terjadi di Kabupaten Bandung mungkin juga di wilayah lainnya.
.
Namun selama menjadi nasabah, ia selalu mendapatkan izin suaminya. Karena modal atau pinjaman yang diperoleh dari bank emok dipergunakan untuk usahanya berupa warung kecil dirumahnya.
“Malah saya sudah tahunan menjadi nasabah. Alhamdulillah lancar-lancar saja. Meski pun saat pembayaran ada terjadi tanggung renteng,” ujar Fatimah, Senin 23 Mei 2022.
Berbeda dengan Wiwin, warga Katapang, ia mengemukakan kalau pinjaman yang diperolehnya dipergunakan untuk kebutuhan komsumtif. Akibatnya saat waktunya membayar, ia dan suaminya yang pedagang mainan anak keliling harus bersitegang dulu karena tidak ada uang.
Untuk menutupinya, ia terpaksa meminjam kepada tetangga, atau pinjam sama renternir. Jadi hutang yang ada pada dirinya tanpa disadari sudah bertambah. Harus membayar pinjaman harian dan mingguan.
“Saya meminjam uang ke bank emok untuk membeli TV dan sepeda anak. Sisanya kami pergunakan untuk makan sehari-hari,” ungkap Wiwin.
Namun ia menyangka kalau aturan di bank emok lebih ketat daripada bank resmi. Tidak ada toleransi sama sekali dan harus bayar tepat waktu. Bank emok tak menerima alasan nadabah, “Baik itu sakit, ke luar kota, atau ada kejadian famili meninggal, pokoknya mereka tidak mau tahu. Itulah yang membuat saya menjadi menyesal,” pungkasnya.***












