Jabar Istimewa?
Tagline yang digaungkan KDM adalah Jabar Istimewa. Namun, jangan disalahartikan bahwa lantas hal itu membuat provinsi yang berbatasan langsung dengan Daerah Khusus Jakarta itu akan berubah nama menjadi Daerah Istimewa Jawa Barat. Pasti jawabnya tidaklah demikian.
Jabar memang merupakan provinsi yang sangat strategis. Selain letak geografisnya dengan 27 kabupaten kota dan jumlah penduduk lebih dari 50 juta jiwa, Jabar pasti istimewa dari segi demografi.
Satu persen saja dari 50 juta jiwa itu –sekitar 500.000– berkontribusi positif dan berkiprah di kancah nasional, bisa dipastikan Jabar kian berkibar. Jika satu persen putra-putri Jabar tersebut menguasi iptek dan menjadi “pemain aktif”, pasti Jabar pun kian sohor.
Sepanjang masa pemerintahan para gubernur sebelumnya, yakni Ahmad Heryawan dan Ridwan kami, Jabar meraih ratusan penghargaan, baik dari pemerintah pusat, lembaga lain di luar pemerintah, maupun dari lembaga internasional. Hal itu dilanjutkan oleh Pj. Gubernur Bey Machmudin. Jabar juga 13 kali berturut-turut mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan.













