Pertanyaan berikutnya juga bisa muncul di tengah masyarakat: jika seseorang sering memberikan pernyataan yang tidak benar atau tidak konsisten antara ucapan dan tindakannya, apakah masyarakat masih bisa mempercayainya? Lalu, konsekuensi apa yang pantas diberikan?
Menurut saya, jawabannya bukan dengan menghukum seseorang secara pribadi hanya karena berbeda pendapat atau berubah sikap.
Jika seseorang yang menyandang posisi sebagai filsuf terbukti sering menyampaikan pernyataan yang tidak benar atau menunjukkan ketidakkonsistenan antara gagasan dan tindakan, maka masyarakat berhak menilainya sebagai seorang filsuf yang tidak konsisten secara intelektual.
Konsekuensinya bukan hukuman pribadi, tetapi kritik publik, pengujian kembali terhadap pemikirannya, dan berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas intelektualnya.













