“Dari angka ini, 127.000 orang di antaranya merupakan pembantu rumah tangga, dan hampir20 ribu orang pekerja profesional,” kata mantan Ketua Forum Pemred yang juga pernah menjadi Pemred Kompas dan Direktur Utama Metro TV itu.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Luar Negeri Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang pernah menjabat sebagai Kepala Biro Kantor Berita Antara di New York tahun 1993-1998 dan Direktur Pemberitaan Antara tahun 2016, Aat Surya Safaat menyatakan, perlindungan WNI saat ini sudah jauh lebih bagus karena sudah dilakukan melalui ranah digital.
Aat juga mengingatkan para diplomat Indonesia mengenai pentingnya diplomasi ekonomi dalam upaya meningkatkan investasi di dalam negeri dan meningkatkan ekspor ke manca negara.
Tanggapan terhadap buku Politik Luar Negeri Indonesia Pro Rakyat era Joko Widodo juga datang dari dosen Hubungan Internasional Fisipol UGM, Dr. Siti Mutiah Setiawati.











