“Bahkan kita upayakan agar alumni politeknik perikanan pangandaran menjadi nelayan berdasi tidak seperti orangtuanya yang tergolong nelayan tradisional. Sekarang tahun ke III dan September mendatang baru mau dilakukan wisuda perdana,” ujarnya.
Sebagai sekolah vokasi pola pembelajaran di Politeknik Kelautan Perikanan Pangandaran berbeda dengan Perguruan tinggi lainnya.
“Sebagai sekolah vokasi kita terapkan praktek lebih banyak yaitu 70% praktek lapangan dan 30% di kelas,” katanya.
Menindak lanjuti audiensi permohonan dukungan ini Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Yunandar Eka Prawira menyebutkan. Keberadaan Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran sudah cukup karena didukung penuh oleh Pusat.
“Namun, mereka ingin percepatan, untuk itu mereka minta dukungan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar dan DPRD Jabar, dalam mendukung kerja praktek bagi seluruh taruna/ mahasiswanya.” Sebutnya.












