Pendidikan

Politeknik Negeri Gratis Bagi Nelayan Jabar, Minta Dukungan DPRD

BANDUNG, BEDAnews.com – Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran sebuah sekolah vokasi yang berada dibawah langsung Kementrian Kelautan Perikanan RI,  dan memberikan pendidikan untuk menjadi nelayan profesional dengan membebaskan biaya pendidikan bagi keluarga nelayan dan hanya membebankan 10 Persen biaya pendidikan  bagi peserta dari umum, meminta dukungan DPRD Provinsi Jawa Barat dalam melakukan pengembangan.  

Sebagaimana dikatakan Direktur Politeknik Kelautan Perikanan Pangandaran, Guntur Prabowo, usai beraudiensi dengan Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat yang diterima Oleh Sekretaris Komisi II Yunandar R Eka Prawira didampingi Hj. Tia Fitriani (FNasdem-Perindo) dan Hj. Sari Sundari (FPKS), di ruang Rapat Komisi II Gedung DPRD Jabar. Jl. Diponegoro 27 Randung, Rabu (12/02/2020).

“Tujuan kita datang ke Komisi II DPRD Jabar untuk meminta dukungan dari DPRD Jabar terkait beberapa rencana pengembangan dan kerjasama Politeknik Perikanan Pangandaran dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Guntur.

Lebih lanjut disebutkannya. Salah satu tujuan didirikannya Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran adalah untuk merekrut masyarakat Jabar untuk didik menjadi taruna. Sampai saat ini ada sekitar 60 % taruna atau mahasiswa berasal dari keluarga nelayan dan budidaya perikanan.

“Harapan kami setelah mereka lulus dapat mneruskan pekerjaan orangtuanya sebagai generasi penerus nelayan, agar tidak putus,” sebutnya.

Selama menjadi taruna mahasiswa dibekali, berbagai ilmu perikanan/kenelayanan, manajemen pengolahan hasil tangkap yang disesuaikan dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar. Baik nasional maupun internasional.

“Bahkan kita upayakan agar alumni politeknik perikanan pangandaran menjadi nelayan berdasi tidak seperti orangtuanya yang tergolong nelayan tradisional. Sekarang tahun ke III dan September mendatang baru mau dilakukan wisuda perdana,” ujarnya.

Sebagai sekolah vokasi pola pembelajaran di Politeknik Kelautan Perikanan Pangandaran berbeda dengan Perguruan tinggi lainnya.

Baca Juga  Prodi PBA UIN Bandung dan Prodi PBA IAIN Cirebon, Jalin Kerja Sama

“Sebagai sekolah vokasi kita terapkan praktek lebih banyak yaitu 70% praktek lapangan dan 30% di kelas,” katanya.

Menindak lanjuti audiensi permohonan dukungan ini Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Yunandar Eka Prawira menyebutkan. Keberadaan Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran sudah cukup karena didukung penuh oleh Pusat.

“Namun, mereka ingin percepatan, untuk itu mereka minta dukungan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar dan DPRD Jabar,  dalam mendukung kerja praktek bagi seluruh taruna/ mahasiswanya.” Sebutnya.

Ditambahkan Politisi PDI Perjuangan ini. Mereka juga minta percepatan penambahan jumlah taruna/ mahasiswa, dimana saat ini jumlah tarunanya baru ada 275 orang, sedangkan ranjang yang disiapkan sudah ada 300 ranjang.

“Mereka menginginkan penambahan taruna menjadi 600 orang. Untuk itu mereka juga mengharapkan adanya bantuan dari APBD Jabar untuk penambahan jumlah asrama dan ranjang taruna termasuk sarana-prasarana pendidikan lainnya.”

Adapun terkait harapan akan dukungan DPRD, Yunandar menyebutkan akan upayakan bantu, baik melalui bantuan kebupaten, bantuan langsung hibah maupun kita anggarkan di belanja Dinas KP Jabar. Sehingga Politeknik Kelautan Perikanan Pangandaran terus berkembang maju.

Terakhir Yunandar menyatakan bahwa 80 % tarunanya berasal dari Jabar. Hal ini tentunya sangat menggembirakan sekali, dimana kita sedang kesulitan mencari jalan keluar masalah kenelayanan, tiba-tiba Kementrian KPRI mendirikan politeknik KP di Pangandaran.

“Hal ini harus kita dukung bersama, bahkan kalau bisa terus ditingkatkan,”pungkasnya. @hermanto

Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close