Bandung, BEDAnews,-
Meski telah menetapkan dua tersangka kasus pembunuhan Taruna AAU Andik Wahyu Hermawan, polisi masih kesulitan menentukan siapa penusuknya. Pasalnya kedua orang tersebut saling lempar alibi. Selain itu, polisi juga masih kesulitan melakukan tes DNA darah yang ada di jaket salah seorang pelaku. Untuk itu, kepolisian mengirimkan DNA itu ke Amerika untuk diteliti.
"Kita kirim DNA ke luar negeri, ke Amerika," kata Kapolda Jabar, Irjen Pol Mochamad Iriawan seusai memimpin Apel Pergeseran Personel Pengamanan TPS Pemilu 2014 Polrestabes Bandung di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Senin (7/4/2014). Menurutnya, dua pelaku sama-sama tidak mengakui menusuk Andik dan saling menuduh. " Kami tidak mau salah menetapkan tersangka, bisa bahaya. Yang pasti dua-duanya pelaku, sama-sama di TKP. Salah satu dari mereka itu yang menusuk," bebernya.
Selain tidak mengakui menusuk Andik, polisi juga kekurangan saksi untuk menetapkan siapa eksekutor pembunuh andik. Apalagi kakak Andik yang ada di lokasi kejadian saat itu, juga sama-sama tidak mengetahui. "Dia (kakak Andik) masih bingung. Bahkan pas kita perlihatkan dua pelaku dari luar kaca dia juga masih bingung," tandasnya. (Lanie)











