Sumur SS-505 mulai mengalir pada 21 Februari 2026 setelah melalui tahapan pembersihan (clean-up) menggunakan sand filter guna menjaga keandalan fasilitas. Produksi awal tercatat mencapai 12 mmscfd sebelum dilakukan penyesuaian bertahap (ramp down) untuk memantau respons reservoir dan performa sumur. Setelah seluruh tahapan dinyatakan aman, sumur tersebut kembali beroperasi dengan target produksi stabil di kisaran 10–11 mmscfd.
Tahapan serupa diterapkan pada Sumur SS-504 yang memasuki fase clean-up pada 23–24 Februari 2026. Setelah proses pembersihan akhir, sumur ini mencapai laju produksi 11,4 mmscfd pada bukaan choke 46/64 inci sesuai prosedur operasi yang ditetapkan.
Setyo menambahkan, optimalisasi proyek dilakukan dengan mengedepankan inovasi dan penerapan teknologi, selaras dengan kebijakan induk usaha PHM, yakni PT. Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dan Subholding Upstream PT. Pertamina Hulu Energi (PHE).













