Berdasarkan polling internal PGSI, menunjukkan terjadi dua pendapat, yaitu setuju dan tidak setuju. Sedangkan bagi orang tua siswa, mayoritas setuju program makan siang gratis darimanapun sumbernya.
“Ketika opsi pembiayaan makan siang digulirkan oleh pemerintahan Jokowi, PGSI langsung gaspoll melakukan polling dengan sasaran kepada para guru dan orang tua. Hasilnya dari sisi orang tua siswa mayoritas menyambut baik, namun para guru ada yang menolak dan ada yang setuju,” akunya.
Lebih lanjut Salim menuturkan bahwa, PGSI Demak memiliki anggota 27.500 guru swasta, mulai dari RA/TK, guru MI/SD, MTs/SMP, SMA/MA/SMK, hingga guru non formal PKBM, Madin, Pondok Pesantren serta guru ngaji. Dengan mengacu banyaknya guru swasta yang tersebar tersebut.
Noor Salim menjelaskan bahwa, jika BOS digunakan untuk program makan siang gratis maka kemungkinan besar para guru swasta tidak akan bisa menerima gaji lagi.













