Sebagai contoh imbuhnya, akibat tambang ini banyak jalan yang rusak, sebab mereka beroperasi di daerah aliran sungai yang menyebabkan banyak aliran sungai berpindah dan mengikis badan jalan (abrasi).
“Di Batang Natal ini kan jalan umum tepat berada di pinggir sungai. Akibat aktifitas tambang di daerah aliran sungai, sudah banyak jalan umum terdampak aktifitas karena aliran sunga berpindah disebabkan pengerukan sediman material pasir yang mengandung emas,” tutup Nasution.
Sementara itu, Kapolsek Batang Natal, AKP Hendra Siahaan ketika dikonfirmasi wartawan melalui pesan whatshap 2 kali Minggu (28/12, 20.32) dan Rabu (31/12, 09.29) terkait hal ini di nomor 0812 6506 ****, hingga berita ini ditayangkan tidak merespon. (Red).













