Didi yang juga aktif di sejumlah komunitas bersepeda ini mengungkapkan, upaya penambahan jalur berdasarkan usulan ini sebagai strategi pendekatan dan memancing masyarakat agar tidak hanya memikirkan soal rekreasi dan olahraga saja. Namun juga turut memerhatikan aspek ketertiban.
“Ini semacam batas psikologis kepada pelaku lalu lintas ini ada jalur sepeda. Kepada para pesepeda juga dikasih tahu anda jangan kemana-mana jalurnya kalau ada jalurnya ya ke yang ini. Jadi ini pendekatannya demand yang difasilitasi. Bukan fasilitas yang dibangun untuk memancing demand,” ucap Didi.
Sedangkan Kepala Bidang Manajemen Transportasi dan Parkir Dishub Kota Bandung, Asep Kurnia menyatakan, untuk mendukung program ini pihaknya sudah mengajukan sokongan dana di anggaran perubahan, agar bisa membuat jalur secara permanen.













