“Bung Karno juga melakukan otokritik dengan mengajak para ulama untuk meniru apa yang dilakukan oleh para pastor di Ende. Pengalaman itulah yang membuat Bung Karno ketika di Bengkulu mendorong Muhammadiyah melakukan apa yang dikerjakan oleh para misionaris,” ungkapnya.
Sementara, Honing Sanny, S.H., M.H, aktivis sosial politik, berpandangan bahwa di Ende, Bung Karno “terlahir kembali” setelah menjadi “orang kalah” yang secara terbuka menuliskan empat buah surat kepada Belanda menyatakan menyerah dan tidak mau berpolitik karena siksaan selama berada dalam tahanan setelah keluar dari penjara Sukamiskin.
“Kenyataan itulah yang membuat Bung Hatta menulis dalam Daulat Rakyat dengan nada kecewa yang mengatakan bahwa siakpnya itu meresahkan seluruh gerakan radikal; bahkan di akhir tulisan menyebut Soekarno sudah mati,” kata Honing.











