Terkait aktivitas yang dilakukan oleh Bung Karno selama periode di Ende sejak 1934 -1938, Dr. Asep Salahudin, M.A. sebagai cendekiawan Muslim memberikan catatan terkait isi “duabelas surat” yang dikirimkan Bung Karno kepada A. Hassan (Ketua Perhimpunan Islam di Bandung). Dalam pandangan Kang Asep, selama di Ende Bung Karno justru menjadi lebih islami karena secara rutin melakukan pengajian dan menghabiskan waktu untuk membaca kitab-kitab yang dikirim oleh sahabatnya A. Hassan dari Bandung.
“Sekalipun demikian, Bung Karno tetap kritis dan menolak praktik-Islam yang dalam pandangan Bung Karno kolot dan kaku. Bung Karno menginginkan Islam yang inklusif, terbuka, tanggap dengan perubahan termasuk menerima kemajuan,” kata Asep Salahudin.
Sebagai Pembina Lesbumi PWNU Jawa Barat dan mantan Staf Ahli BPIP (2017-2019), Asep Salahudin juga memberi apresiasi kepada peran Gereja Katolik Ende karena memberi ruang dan menjadi partner diskusi selama Bung Karno di Ende. Dalam interaksinya, Bung Karno mempelajari bagaimana spirit misionaris yang semuanya para pastor Eropa melakukan edukasi dan pelayanan kepada masyarakat di Ende.











