*Sekadar Catatan tentang PBB*
Saya pernah tugas di PBB, karena itu saya tahu kalau organisasi ini punya hati tapi tangannya pendek. Sekjen António Guterres mengirim utusan ke kawasan perang. Ia juga sudah mengecam serangan Israel di Lebanon. Tapi sekeras apapun suaranya, PBB tidak punya pasukan buat memaksa berhenti menembak.
Satu lagi kelemahan klasik hak veto di Dewan Keamanan. Selama AS masih duduk di kursi tetap, resolusi yang mengkritik keras sekutunya (Israel) hampir pasti gagal. Itu realitas pahit. Lalu apa gunanya PBB? PBB tetap penting sebagai jalur komunikasi cadangan saat negosiasi bilateral macet total, sebagai koordinator bantuan kemanusiaan para pengungsi, dan sebagai pencatat pelanggaran HAM sebagai pertanggungjawaban di masa depan.













