1.Bagi Manajemen BUS: Jadikan Pengendalian NPF Prioritas Utama
Peneliti menyarankan manajemen BUS untuk memprioritaskan pengendalian NPF sebagai strategi utama mendorong pertumbuhan aset berkelanjutan.Alasannya kuat. Data menunjukkan 77,39% dampak negatif NPF terhadap pertumbuhan aset ditransmisikan melalui penurunan ROA.
“Perbaikan kualitas pembiayaan harus menjadi prasyarat sebelum mengejar target ekspansi aset yang agresif,” demikian rekomendasi dalam penelitian.Langkah ini dinilai sejalan dengan prinsip ḥifẓ al-māl dalam Maqāṣid al-Syarī’ah yang mengharuskan pemeliharaan harta sebelum pengembangannya.
2.Bagi Regulator OJK dan BI: Perkuat Pengawasan Pasca Restrukturisasi
Kepada Otoritas Jasa Keuangan OJK dan Bank Indonesia BI, peneliti merekomendasikan dua hal:Pertama, memperkuat pengawasan terhadap kualitas pembiayaan bank syariah pasca-berakhirnya kebijakan restrukturisasi Covid-19 pada 31 Maret 2024.













