
Dari Teks ke Aksi Peradaban
Peneliti menyimpulkan, warisan profetik dalam hadits-hadits Fadhâ’il al-Syâm dapat berfungsi sebagai kompas nilai. Kompas ini menuntun umat untuk tetap teguh dalam prinsip, menegakkan keadilan, dan membangun perdamaian yang berkeadaban.
“Hadits bukan untuk diperdebatkan secara seremonial. Ia harus dibaca, dipahami, lalu dihidupkan dalam tindakan nyata yang membawa maslahat,”
Kajian ini diharapkan menjadi rujukan baru bagi akademisi, ulama, dan pengambil kebijakan dalam menjadikan hadits sebagai sumber inspirasi kebijakan publik yang humanis dan berkeadilan.***













