Melalui kerangka analisis berlapis Naqd – Fiqh – Tathbîq, penelitian ini melakukan tiga langkah utama.
Pertama, Naqd: menguji keotentikan sanad dan matan. Kedua, Fiqh: menelusuri kesinambungan pemahaman ulama terhadap hadits. Ketiga, Tathbîq: mengembangkan cara penerapan nilai-nilai profetik dalam konteks kekinian.

Temuan Inti dan Dua Kebaruan Teori
Hasil penelitian menegaskan keotentikan 20 hadits inti dalam korpus Fadhâ’il al-Syâm. Selain itu, disertasi ini melahirkan dua kebaruan teoritis: Teori Tathbîq al-Hadîts dan al-Taujîhât al-Nabawiyyah. Teori Tathbîq al-Hadîts dirancang sebagai metodologi penerapan hadits secara kontekstual tanpa melepaskan ruh ajarannya. Sementara al-Taujîhât al-Nabawiyyah berfungsi sebagai arah bimbingan profetik untuk merespons tantangan sosial, politik, dan kemanusiaan saat ini.













