Oleh Soleh menjelaskan bahwa materi pelatihan ditekankan pada pemahaman sejarah dan tujuan berdirinya PKB, serta korelasinya yang erat dengan Nahdlatul Ulama (NU). Dengan pemahaman ini, diharapkan para kader mampu menjadi juru bicara dan penggerak di tengah masyarakat.
“Maksud dan tujuan daripada berdirinya PKB itu, kemudian korelasi dengan Nahdlatul Ulama seperti apa, sehingga mereka ini mampu menjadi penggerak, menjadi juru-juru bicara di masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa militansi kader harus kokoh, sehingga berjuang di PKB dianggap sebagai bagian dari “jihad”, baik itu jihad konstitusi, jihad sosial, maupun jihad kehormatan.
“Diharapkan nanti kader-kader ini mampu selain bisa menjelaskan, dia juga mampu mengkonfirmasi, mengkoordinasi, bahkan menggerakkan persoalan-persoalan yang sedang berjalan di masyarakat,” tambahnya.













