Riset terpusat di wilayah adat Baduy, Pegunungan Kendeng, Kabupaten Lebak ini menjangkau permukiman Baduy Dalam yang ketat mempertahankan isolasi budaya dan prinsip pikukuh, serta kawasan Baduy Luar yang menunjukkan pola interaksi lebih terbuka dengan masyarakat sekitar.
Akses ke wilayah Baduy Dalam memerlukan izin khusus dari pemangku adat dan kepatuhan terhadap protokol budaya, termasuk larangan penggunaan alat elektronik tertentu dan pembatasan dokumentasi visual. Hal ini mencerminkan komitmen tim riset untuk menghormati otonomi budaya dan hak masyarakat adat atas pengetahuan tradisional mereka.
Riset yang di pimpin oleh Prof. Dr. Lilis berupaya mengumpulkan data melalui Observasi partisipatif terhadap praktik pertanian, pengelolaan hutan, dan ritual ekologis; Wawancara mendalam dengan tetua adat, petani tradisional, dan perwakilan lembaga adat; Diskusi kelompok terarah (FGD) dengan pemuda dan perempuan Baduy untuk memahami perspektif lintas generasi; Dokumentasi visual terbatas sesuai protokol adat. Sebagai bagian dari validasi temuan awal, tim juga menggelar forum diskusi terbatas dengan pemangku kepentingan lokal di kawasan Baduy Luar pada hari terakhir kegiatan.













