PMI Kota Tasikmalaya sendiri mendistribusikan rata-rata 35–40 kantong darah per hari, bergantung pada kebutuhan rumah sakit dan pasien.
Menurut Rahmat, angka tersebut menunjukkan pentingnya kesinambungan donor darah sukarela. Ketersediaan darah tidak dapat bergantung pada kegiatan sesaat, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat secara rutin.
Selain menjaga ketersediaan, PMI juga memastikan kualitas darah selama proses distribusi. Darah yang dikirim ke rumah sakit harus berada dalam kondisi aman dan sesuai ketentuan.
“Temperatur darah selama proses pengiriman harus tetap terjaga. Kami menggunakan cool box dan layanan pengantaran agar darah tetap dalam kondisi sesuai ketentuan hingga diterima rumah sakit,” jelasnya.
Rahmat menegaskan, tugas PMI tidak berhenti pada proses donor dan penyediaan darah, tetapi juga mencakup distribusi yang aman kepada fasilitas kesehatan yang membutuhkan.













