“Tahun ini menjadi momentum penting karena PMI yang secara nasional berdiri pada 17 September 1945 telah berusia 81 tahun,” ujar Rahmat.
Menurutnya, KDD memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan donor darah sukarela. Selain menjadi penghubung, KDD diharapkan mampu mempertahankan partisipasi pendonor lama sekaligus mengajak masyarakat menjadi pendonor baru.
“Kadang-kadang ada donor yang mulai berhenti atau vakum, sehingga perlu diingatkan dan diberikan motivasi. Di sisi lain, kami juga ingin menambah jumlah donor darah sukarela,” katanya.
Rahmat mengungkapkan, kebutuhan darah di Kota Tasikmalaya secara ideal mencapai sekitar 2.800 kantong per bulan, atau sekitar 90 kantong per hari.
Kebutuhan tersebut dilayani melalui jejaring pelayanan darah, termasuk UTD PMI Kota Tasikmalaya, UTD PMI Kabupaten Tasikmalaya, dan rumah sakit.













