Peristiwa

Peresmian dan Pelantikan Pengurus Pusat Asosiasi Penambang Nikel Indonesia

Jakarta, BEDAnews.com

Ketua Umum APNI Ladjiman Damanik mengatakan bahwa, Asosiasi ini langsung dibentuk di 34 propinsi. Sedangkan fokus utama agenda dan program APNI di antaranya sinkronisasi harga nikel dan nilai tambah industri dengan pembangunan smelter, ujarnya kepada sejumlah media Usai pelantikan dan peresmian DPP APNI di Kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kawasan jalan Prof. Soepomo, Jakarta, Senin (6/3)

Menurut  Ketua Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) ini , tahun ini pabrik pemurnian (smelter) nikel akan bertambah yang dioperasikan. "Saat ini ada sekitar 6 smelter nikel di Indonesia, dengan kapasitas sekitar 400-500 ribu ton per tahun. Tahun ini ditargetkan ada 26 smelter yang rampung, dengan kapasitas total mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun," jelas Ladjiman.

Ladjiman membenarkan, Investor asal Cina tertarik untuk berinvestasi membangun smelter nikel. Investasi yang dilakukan Cina memang disarankan oleh pengusaha lokal, dan mereka bermitra dengan partner-partner di mana mereka biasa membeli ore nikel.

Baca Juga  Abai Gunakan Masker, Petugas Gabungan Berikan Sanksi

Ditambahkan oleh Ladjiman, tahun ini harga nikel trennya akan naik. Sebab Amerika Serikat tengah menaikan investasi di infrastruktur sehingga akan membuat harga nikel naik. Namun belum bisa di prediksi ada pada kisaran harga berapa kenaikannya.

Namun jika dilihat pada penutupan perdagangan Jumat akhir pekan lalu, 03 Maret 2017, harga nikel di bursa London Metal Exchange turun 0,31 persen atau 35 poin menuju menjadi di level US$ 10.940 per ton. (Red/Aris).

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close